Kamis, 19 Desember 2013



TUGAS 4

CHAPTER III REACTIONS OF THE CATIONS
CLASSIFICATION OF CATIONS (MAETAL IONS) INTO ANALYTICAL GROUPS. For the purpose of systematic qualitative analysis, cations are classified into five groups on the basis of their behavior against some reagents. By the systematic use of these so calles group reagents we can decide about the presence or absence of groups of cations, and can also separate these groups for further examination. Systematic qualitative analysis by separations will be dealt with extensively in chapter V, but the reactions of cations will bedealt with here according to the order defined by this group system. Apart from being the traditional way of presenting the material, it makes the study of these reactions easier because ions of a analogous behaviour are dealt with within one group.
The group reagents used for the classification of most common cations are hydrochloric acid, hydrogen sulphide, ammonium sulphide, and ammonium  carbonate. Classification is based on whether a cation reacts with these reagents by the formation of precipitates or not. It can therefore be said that classification of the most common cations is baesed on the differeces of solubilitles of their chlorides, sulphides, and carbonates.
The five groups of cations and the characteristics of these groups are as follows :
Group I Cation of this group form precipitates with dilute hydrochloric acid, ions of this group are lead, mercury(I), and silver
Group II cations of this group do not react with hydrochloric acid, but form precipitates with hydrogen sulphide in dilute mineral acid medium. Ions of this group are mercury(II), copper, bismuth, arsenic (III), arsenle (V), antimony (III), antimony (V), tin (II), and (III) (IV). The first  fourform the sub group IIa and the last six the sub-group Iib. While suphides of cation in Group Iia are in insoluble in ammonium polysulphide, those of cation in Group Iib are soluble.
Group III caution of this group do not react either with dilute hydrochloric acid, or with hydrogen sulphide in dilute mineral acid medium. However they form precipitates with ammonium sulphide in neutral or ammonical medium caution of this group are cobalt(II), nickle(II), iron(III),cromium(II), Aluminium,Zink and manganese(II)
III.  2 QUALITATIVE INORGANIC ANALYSIS
Group IV caution of this group do not react with the reagents of group I, II, III. They form precipitates with ammonium carbonate in the presence group are : Calcium, strontium, and barium
Some system of group classification exclude ammonium chloride besides ammonium carbonate as the group reagent: in such cases magnesium must also be included in this group. Since, however, in the course of systematic analysis considerable amounts of ammonium chloride will be present when the cations of the fourth group are to be precipitated, it is more logical not to include magnesium into group IV
Group V common cations, which do not react with reagents of the previous groups. Form the last group, form the last groupof cations, which include magnesium, sodium, potassium , ammonium, lithium and hydrogen ions.
This group system of cations can be extended to include less common ions as well. Classification of these ions, together with their reactions will be given in Chapter VII
III.2 NOTES ON THE STUDY OF THE REACTIONS OF IONS When studying the reaction of ions, experimental techniques described in Chapter II should be applied. The reactions can be studied both in macro and semimicro scale , and the majority of the reactions can be applied as a spot test as well 

TRANSLATE

BAB III REAKSI KATION KLASIFIKASI kation ( MAETAL IONS ) KE KELOMPOK ANALITIS. Untuk tujuan analisis kualitatif sistematis, kation diklasifikasikan menjadi lima kelompok berdasarkan perilaku mereka terhadap beberapa reagen. Dengan menggunakan sistematis ini sehingga kelompok calles reagen kita bisa memutuskan tentang ada atau tidak adanya kelompok kation dan juga dapat memisahkan kelompok-kelompok ini untuk pemeriksaan lebih lanjut. Analisis kualitatif sistematis oleh pemisahan akan ditangani secara luas dalam bab V, tetapi reaksi kation akan bedealt dengan di sini sesuai dengan urutan yang didefinisikan oleh sistem kelompok ini . Selain sebagai cara tradisional menyajikan materi, itu membuat studi tentang reaksi ini lebih mudah karena ion dari perilaku analog ditangani dengan dalam satu kelompok.

Kelompok reagen yang digunakan untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, amonium sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi didasarkan pada apakah kation bereaksi dengan reagen ini dengan pembentukan endapan atau tidak. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa klasifikasi kation yang paling umum adalah baesed pada differeces dari solubilitles klorida mereka, sulfida, dan karbonat.
Kelima kelompok kation dan karakteristik kelompok-kelompok ini adalah sebagai berikut :
Kelompok I Kation bentuk kelompok ini endapan dengan asam klorida encer, ion dari kelompok ini adalah timbal, merkuri (I), dan perak
Kelompok II kation kelompok ini tidak bereaksi dengan asam klorida, namun bentuk presipitat dengan hidrogen sulfida dalam medium asam mineral encer. Ion kelompok ini adalah merkuri ( II ), tembaga, bismut, arsenik ( III ), arsenle ( V ), antimon ( III ), antimon ( V ), timah ( II ), dan ( III ) ( IV ) . Keempat bentuk pertama sub kelompok IIa dan terakhir enam sub - kelompok IIB . Sementara suphides kation di golongan IIA berada di larut dalam amonium polysulphide , orang-orang dari kation di Grup IIb larut .
Kelompok III hati-hati dari kelompok ini tidak bereaksi baik dengan asam klorida encer , atau dengan hidrogen sulfida dalam medium asam mineral encer . Namun mereka membentuk endapan dengan amonium sulfida dalam hati-hati media netral atau ammonical kelompok ini adalah kobalt ( II ), nikel ( II ), besi ( III ), cromium ( II ), Aluminium, Zink dan mangan ( II )

ANALISIS KUALITATIF III.2 ANORGANIK
Kelompok IV hati-hati dari kelompok ini tidak bereaksi dengan reagen dari kelompok I, II , III . Mereka membentuk endapan dengan amonium karbonat dalam kelompok kehadiran adalah : Kalsium, strontium, dan barium
Beberapa sistem klasifikasi kelompok termasuk amonium klorida selain amonium karbonat sebagai kelompok reagen : dalam kasus seperti magnesium juga harus termasuk dalam kelompok ini. Karena, bagaimanapun, dalam proses analisis yang sistematis jumlah yang cukup dari amonium klorida akan hadir ketika kation dari kelompok keempat harus diendapkan, itu lebih logis untuk tidak menyertakan magnesium ke dalam kelompok IV
Kelompok V kation umum, yang tidak bereaksi dengan reagen dari kelompok sebelumnya. Bentuk kelompok terakhir, membentuk kation groupof terakhir, yang meliputi magnesium, natrium, kalium, amonium, dan lithium ion hidrogen.
Sistem kelompok ini kation dapat diperluas untuk mencakup ion kurang umum juga. Klasifikasi ion ini, bersama-sama dengan reaksi mereka akan diberikan dalam Bab VII

III.2 CATATAN ATAS STUDI REAKSI DARI IONS Ketika mempelajari reaksi ion, teknik eksperimental yang dijelaskan dalam Bab II harus diterapkan. Reaksi dapat dipelajari baik dalam skala makro dan semimicro, dan sebagian besar reaksi dapat diterapkan sebagai tes tempat juga.


TUGAS 3


1. Urutan tingkat ketelitian dari alat-alat berikut ini :
    a. Mikropipet,  pipet volume, pipet skala, pipet tetes
    b. Labu ukur, gelas ukur, Beaker glass
    c. Neraca ohous lengan 1, neraca analitik x,xxxx, digital analitik x,xx
2. Fungsi dan gambar alat-alat di atas :
    * Mikropipet ,

Mikropipet berfungsi untuk memindahkan larutan ke wadah yang lainnya dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.

    * Pipet Volume 


Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.
      * Pipet Skala/Ukur 

Berfungsi Untuk mengukur volume larutan.

      * Pipet Tetes 



berfungsi untuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecil yaitu setetes demi tetes. 





* Beaker glass 

Sebagai tempat untuk melarutkan dan mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi. Sebagai wadah untuk menampung atau menyimpan larutan sekaligus untuk memanaskannya. Karena dasarnya yang rata. sebagai tempat mereaksikan bahan kimia., menampung bahan kimia berupa larutan, padatan, pasta ataupun tepung. 


* Gelas Ukur 

Fungsi Gelas ukur adalah untuk mengukur volume 10 hingga 2000 mL. Gelas ukur dapat digunakan untuk mengukur volume segala benda, baik benda cair maupun benda padat pada berbagai ukuran volume. Gelas Ukur juga digunakan untuk mengukur volume larutan dan untuk tempat memanaskan air dan juga merupakan wadah yang paling sederhana untuk mengaduk, mencampur dan memanaskan cairan. 


* Labu ukur 

Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.








 * Neraca ohous lengan 1 
Lengan satu digunakan untuk meletakkan benda/logam yang akan ditimbang, lengan dua untuk meletakkann bobot timbangan. jadi neraca ini masi memerlukan pemberat untuk ukuran timbangannya
Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda atau logam dalam praktek laboratorium. Kapasitas beban
yang ditimbang dengan menggunakan neraca ini adalah311 gram. Batas ketelitian neraca Ohauss yaitu 0,1 gram.

1.  Lengan Depan memiliki anting logam yang dapat digeser dengan skala 0, 1, 2, 3, …, 10 gram. Masing-masing skala bernilai 1 gram.
2.  Lengan Tengah, tiap skala dalam lengan ini bernilai 10 gram.
3.  Lengan Belakang, sama seperti lengan depan dan tengah tetapi dengan nilai tiap skalanya 100 gram dari 100 gram hingga 500 gram (setengah kilo)

  * Neraca digital analitik 

Neraca digital berfungsi untuk membantu mengukur berat serta cara kalkulasi fecare otomatis.
 




 * Neraca analitik 

Neraca analitik digital merupakan salah satu neraca yang memiliki tingkat ketelitian tinggi, neraca ini mampu menimbang zat atau benda sampai batas 0,0001 g.


        

    3 .     Tentukan jumlah zat terlarut :
a.     Etanol 30% à 500 mL
Jawab :
Gram =  %/100 . Vol (mL)
30/100 x 100 = 150 gram
b.     K O H 2% à 250 mL
  Jawab :
  Gram = %/100 . Vol (mL)
                 2/100 x 250 = 5 gram
c.      Ba (OH)2
Jawab :
Mr = Ba (137) (OH)2  (17.2) = 137 + 34 = 171
mol = gram/Mr . Vol (liter)
x . 171 = 2.1
          x = 2 . 171 = 342 gram

d.     CaCl2  3 N à 0,5 L
Mr = Ca (40) Cl (35,5 . 2) = 40 +71 = 111
BE = 111/2 = 55,5
N = gram(Mr/a) / L
3 = gram 55 . 5 / 0.5
   = 3. 0,5. 55,5
   = 83,25 gram

Jumat, 25 Oktober 2013



Nama   :elvira dian sary
Kelas  : B.13
Nim      : aks.3.13.069

Mata kuliah :kimia analitik
1.      Berikan lima contoh ruang lingkup kimia analitik dalam kehidupan sehari-hari !
2.      Berikan masing-masing empat contoh analis kualitatif dan analis kuantitatif !
3.      Jelaskan defenisi dari istilah berikut ini:
a.       Ektraksi
b.      Potensimetri
c.       Kromatogafi
d.      Spektrofotografi
Jawaban :
1.      5 (lima) contoh ruang lingkup kimia analitik dalam kehidupan sehari-hari :
a.       Di bidang industri, analisis kimia digunakan secara rutin untuk menentukan suatu bahan baku yang akan digunakan, produk setengah jadi dan produk jadi.
b.      Di bidang kedokteran, untuk mendiagnosis suatu penyakit, pada manusia di perlukan analis kimia.
c.       Di bidang pertanian, suatu lahan pertanian sebelum digunakan, maka tingkat kesuburannya ditentukan dengan mengetahui tingkat konsentrasi unsur yang ada didalam tanah.
d.      Di bidang pengawasan mutu(quality control) ,penentuan konsentrasi bahan/senyawa yang bermanfat atau bernilai tinggi.
2.      4 (empat) contoh analisis kualitatif dan analisis kuantitatif :
a.       Analisis kualitatif
·         Analisis persial, penerapan konsituen-konsituen terpilih dalam sampel tersebut.
·         Analisis lengkap, perporsi tiap kompnen dalam sampul yang ditetapkan
·         Analisi ,penerapan banyaknya tiap unsur tanpa memperhatikan senyawa yang sebenarnya pada sampel.
·         Analisis konstituen urutan, penerapan komponen-komponen yang jumlahnya sangat kescil.
b.      Analisis kuantitatif
·         Analisis makro, bila sampel yang dianalisis adalah lebih dari 0,1 gram
·         Analisis semi makro, jumlah sampel antara 0,01 – 0,1 gram
·         Analisis mikro, jumlah sampel antara 1 mg -10 mg
·         Analisis nitrat makro, jumlah sampel kurang dari 1 mg
3.      Penjelasan defenisi dari :
a.       Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutan terhadap dua caira tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik
b.      Potensiometri ialah suatu cara elektro-kimia untuk menganalisa ion secara kuantitatif berdasarkan pengukuran potensional dari elektroida yang peka terhadap ion secara kuantitatif.
c.       Kromatografi adalah suatu  teknik pemisahan molekul berdsarkan perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dengan fase diam. Untuk memisahkan komponen (berupa olekul) yang berada pengukur pada larutan
d.      Spektrofotografi,adalah suatu metode analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan dorektor folobe.


Tugas II
1.      Beriakan masing-masing 5 contoh yang tergolong dalam
a.        unsur
b.      Senyawa
c.       Campuran homogen
d.      Heterogen
e.       Unsur murni
2.      Buat tabel komponen jumlah proton, elektron, dan newtron yang dimiliki dari unsur-unsur dibawah ini :
a.       Carbon
b.      Kalsium
c.       Besi
d.       Perak
e.       Emas
3.      Jabarkan senyawa yang munkin terbentuk dari intraksi dan unsur berikut ini
a.       Hidrogen dengan oksigen
b.      Aluminium dengan Cl
c.       Kalsium dengan oksigen


Jawaban :
1.      Contoh :
a.       Unsur           
·         Emas (Au)
·          Besi (Fe)
·         Carbon(C)
·          Helium(He)
·          Aluminium(Al)
b.      Senyawa
·         Asam Nitrat(HNO3)
·         Asam Sulfida(H2S)
·         Asam sulfat(H2SO4)
·         Asam   Fosfot(H3PO4)
·          Sodium Hidroksida(NaOH)
c.       Campuran homogen
·         Larutan gula (campuran H2O + C12H22O11)
·         Perunggu (campuran Cu + Sn)
·         kuningan (campuran Cu + Zn)
·          larutan garam dapur (H2O+ NaCl)
·         Udara  (campuran N2 +O2 +Air+ Gas- gas lainnya)
d.      Campuran Heterogen
·         Campuran Tanah dengan Batu Kerikil
·         Campuran pasir dengan air
·         Campuran batu kerikil dengan pasir
·         Campuran kerikil dengan air
·         Campuran air dengan tanah
e.       Unsur murni
·         hidrogen (H)
·         Oksigen (O2)
·         Besi (Fe)
·         Tembaga (Cu)
·         Seng (Zn)
·          
2.      Tabel


NAMA
UNSUR
JUMLAH
PROTON
ELEKTRON
NEUTRON

CARBON (C)

CALSIUM (Ca)

BESI (Fe)

PERAK ( Ag)

EMAS (Au)


6

20

26

47

79

6

20

26

47

79

12-6      = 6

40-20    = 20

56-26    = 30

108-47  = 61

197-79  = 118


3.      Senyawa yangmungkin terbentuk dari interaksi di bawah ini :
a.       Hidrogen (H2) + oksigen (O2)
H2+ O2          H2O
b.      Aluminium (Al) + Klorin ( Cl)
Al + Cl          AlCl
c.       Kalsium (Ca) + Oksigen ( O2)
Ca + O2         CaO2